Mengingatnya hanya dengan sebuah tas sekolah warna biru putih seharga Rp. 50.000
Berjalan menelusuri sebuah pasar besar di kota sumenep, Pasar Anom
bersama wanita tua tapi masih gesit berjalan melewati kerumunan orang
yang sedang melakukan tawar menawar.
Di saat rok pendek biru tua
yang masih aku pakai untuk sekolah, aku dijanjikan sebuah tas oleh
wanita tua itu karena tas yang biasa aku pakai sudah kurang layak pakai.
Namax juga masih anak2 paling suka kalo dibelikan yang baru.
Dari toko ke toko menemanix menawar sedikit lebih murah harga tas dari toko2 sebelumx, yah.. Tentunya dengan perasaan gembira.
Alhasil, dapatlah tas idamanku. Si Wanita tua itu berpesan untuk merahasiakannya dari mama n bapak dirumah.
Hingga dr waktu ke waktu, dia semakin rentan, sakit dengan penyakitx dan tak kuat lagi berdiri.
Innalillahi wa inna illahi rojiun.
Dia telah kembali ke sisiNya, Semoga amal ibadah wanita tua itu diterima disisiNya.
Mungkin, tak banyak perhatianx yang bisa aku balaskan. Tak banyak materi yang bisa aku gantikan.
Kita menyayaginya, tapi Allah lebih menyayangi wanita tua itu.
Yah, wanita tua itu si Mbah. Nenek yang tak pernah marah2, nenek yang slalu menyayangi anak2 n cucu2x.
Sangat merindukannya, Mbah Mai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar